This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, May 25, 2010

YMLF Linux(linux-windows)


Anda ingin mencoba sistem operasi linux yang tampilannya sangat mirip dengan Windows? Cobalah sistem operasi linux berikut ini, siapa tau Anda tertarik untuk menginstall-nya di komputer kesayangan Anda.

Perusahaan asal China, The Rain Forest Wind baru saja memperkenalkan sistem operasi baru, Ylmf OS namanya. Sistem operasi ini merupakan modifikasi dari Ubuntu. Kalau dilihat dari tampilan antarmuka terlihat sekali bahwa sistem operasi ini sangat mirip dengan Windows XP keluaran Microsoft. Tidak hanya memiliki theme GTK yang dirancang seperti Windows XP desktop, namun juga icon-icon yang digunakan sangat identik dengan yang Windows miliki.

Di atas semua itu, ada juga beberapa program yang berguna dan aplikasi yang tidak tersedia pada Ubuntu. Ingin tau lebih lanjut? Bandingkan saja Ylmf OS ini dengan versi asli linux Ubuntu:

  • Theme-nya sangat persis dengan Windows XP
  • Integrasi aplikasi Wine seperti pada Windows
  • Kemampuan ekstrak file RAR hanya dengan sekali klik saja
  • Efek desktop 3D menggunakan Compiz Fusion
  • Integrasi dengan CHM viewer
  • Tambahan ‘Open in Terminal’ sebagai add-on Nautilus
  • Tambahan aMule P2P, aplikasi file sharing
  • Aplikasi Pidgin multi-protocol instant messenger
  • FileZilla FTP client
  • Claws e-mail client
  • Integrasi dengan Downloader For X (D4X) sebagai tools untuk download
  • Integrasi dengan Dr.com graphical client untuk penggunaan internet lebih mudah
  • Browser Mozilla Firefox (FlashGot, D4X support, FlashAX, Alipay)
  • SMPlayer video player
  • Gecko Mediaplayer web video player
  • OpenOffice.org
  • PDF reader
  • Chinese time zone
  • Partisi seperti pada Windows

Download this linux CLICK HERE TO DOWNLOAD

Monday, May 24, 2010

PC Routing Di Slackware











Pada jaringan 192.168.100.0/24

  • Memberi alamat IP

# ifconfig eth0 192.168.100.x netmask 255.255.255.0

Nilai x yang dapat digunakan adalah 1 sampai 254. Tentu saja untuk masing-masing komputer nilainya harus berbeda-beda.

  • Memberi alamat IP default gw gateway

# route add default gw 192.168.100.254

Untuk komputer-komputer yang berada pada jaringan 192.168.100.0/24 semua alamat gatewaynya sama yaitu 192.168.100.254

Pada jaringan 192.168.200.0/24

  • Memberi alamat IP

# ifconfig eth0 192.168.200.x netmask 255.255.255.0

Nilai x yang dapat digunakan adalah 1 sampai 254. Tentu saja untuk masing – masing komputer nilainya harus berbeda – beda.

  • Memberi alamat IP default gateway

# route add default gw 192.168.200.254

Untuk komputer-komputer yang berada pada jaringan 192.168.200.0/24 semua alamat gatewaynya sama yaitu 192.168.200.254

Pada router mempunyai 3 kartu jaringan et0,eth1,eth2. Masing-masing diatur dengan alamat IP 192.168.50.1 , 192.168.100.254 , 192.168.200.254. Dengan demikian perlu diatur sebagai berikut.

  • Memberi alamat IP

# ifconfig eth0 192.168.50.1 netmask 255.255.255.0

# ifconfig eth1 192.168.100.254 netmask 255.255.255.0

# ifconfig eth2 192.168.200.254 netmask 255.255.255.0

  • Memberi alamt IP default gw

# route add default gw 192.168.50.254

  • Membentuk tabel routing

# route add -net 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.100.254

# route add -net 192.168.200.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.200.254


Author: Pinguinmabuk.net

Friday, May 21, 2010

Mouse Scroll di Slackware

Pada umumnya setelah menginstal slackware , mouse scrollnya belom aktif / berfungsi. Langkahknya sebagai berikut :
# nano /etc/X11/xorg.conf

Tambahkan option :

Option "ZAxisMapping" "4 5″

Terkadang , untuk mouse USB , anda perlu mengganti konfigurasinya menjadi
Option "Protocol" "Auto"
Option "Device" "/dev/mouse"

Membuat Dns Menggunakan Slackware

DNS adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address. Pada sistem operasi Linux, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND), BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named (baca: name di). Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya. kemudian bagaimana cara membangunnya. Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Periksa apakah BIND sudah terinstall di mesin slackware

# ls /var/log/packages/ | grep bind

bind-9.4.3_P2-i486-2

kdebindings-4.2.4-i486-1

terlihat bahwa di mesin slackware telah terinstall paket bind-9.4.3_P2-i486-2 (Slackware-current), untuk paket bind-9.4.3_P2-i486-1 (Slackware 12.2). Ada beberapa file installasi default yang berkaitan dengan ini, antara lain :

/var/named/caching-example/named.ca

/var/named/caching-example/named.local

/var/named/caching-example/localhost.zone

/etc/rc.d/rc.bind

/etc/named.conf

named.ca , named.local dan localhost.zone adalah contoh dari konfigurasi bind9, file selanjutnya adalah init script (rc.bind) dan konfigurasi dari bind (named.conf). Untuk setting BIND ini, file-file yang harus Anda perhatikan adalah:

1./etc/resolv.conf

Berisi alamat domain atau alamat IP dari name.

2./etc/named.conf

Berisi keterangan letak dan jenis databases yang dibutuhkan oleh BIND

3./var/named/named.ca

Berisi informasi data yang berada dalam domain root, yang akan dipergunakan name server jika ada resolver yang akan meminta nama domain diluar nama domain lokal.

4./var/named/named.local

Berisi alamat loopback untuk alamat ke diri sendiri dengan alamat 127.0.0.1

2. Persiapan setting Domain baru

untuk memudahkan dalam pemahaman setting DNS server, maka data-data yang saya siapkan antara lain :

Hostname : ns1

Nama Domain : gslack.net

Nama DNS Server : ns1.gslack.net

Edit file /etc/named.conf

File /etc/named.conf merupakan konfigurasi utama untuk bind. File ini merupakan kumpulan statemen yang nilainya kita tentukan sesuai dengan DNS seperti apa yang kita inginkan. Berikut ini adalah isi file /etc/named.conf bawaan di slackware-current tetapi isi file ini sama dengan di slackware 12.2:

options {

directory “/var/named”;

/*

* If there is a firewall between you and nameservers you want

* to talk to, you might need to uncomment the query-source

* directive below. Previous versions of BIND always asked

* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged

* port by default.

*/

// query-source address * port 53;

};

//

// a caching only nameserver config

//

zone “.” IN {

type hint;

file “/var/named/named.root”;

};

zone “localhost” IN {

type master;

file “/var/named/localhost.zone”;

allow-update { none; };

};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “/var/named/named.local”;

allow-update { none; };

};

1.pada blok pertama

options {

directory “/var/named”;

/*

* If there is a firewall between you and nameservers you want

* to talk to, you might need to uncomment the query-source

* directive below. Previous versions of BIND always asked

* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged

* port by default.

*/

// query-source address * port 53;

};

blok ini merupakan global setting dari BIND, dimana direktory “/var/named” (dibaca : tanpa tanda kutip) adalah direktori kerja dari bind, di direktoru tersebut ditempatkan file-file konfigurasi domain yang biasa disebut zone (perintah yang digunakan untuk menunjukkan domain yang dilayani oleh name server). Dan tidak disarankan untuk mengedit blok ini, kecuali jika anda tahu dan anda memahami blok ini. Blok ini memberitahukan kepada Server BIND dimana file-file zone tersimpan.

2.pada blok kedua

zone “.” IN {

type hint;

file “/var/named/named.root”;

};

Blok ini merupakan blok root zone atau kasarnya alamat-alamat dari domain-domain international. Kita membutuhkan blok root zone ini. Tetapi pada bagian file “/var/named/named.root”, bagian ini sudah saya pindahkan dimana difault_nya berada pada direktori cacing-example yang ada dalam direktori named, tetapi saya keluarkan dari direktori difault_nya ini hanya selera saja.

3.Pada blok ketiga

zone “localhost” IN {

type master;

file “/var/named/localhost.zone”;

allow-update { none; };

};

Blok ini merupakan forward localhost, dalam arti jika dns server mendapatkan perintah untuk mengetahui alamat ip dari localhost maka bagian blok ini yang mengurusnya.

4.Pada blok keempat adalah blok tambahan

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “/var/named/named.local”;

allow-update { none; };

};

Baris-baris pada bagian blok dibawah ini menyatakan bahwa kita akan mendefinisikan DNS server sebagai Primary Name Server untuk domain gslack.net dan file-file forward adalah nama file yang merupakan zona file dari domain gslack.net. Dan ini merupakan nama domain yang akan didaftarkan di /etc/named.conf.

#Baris di bawah untuk menterjemahkan FQDN ke IP Address (Forward Zone) dengan domain gslack.net

zone “gslack.net” IN {

type master;

file “/var/named/db.gslack”;

allow-update { none; } ;

};

Baris-baris dibawah ini adalah berisi reverse DNS Zone. Ini diperlukan agar DNS Server Anda dapat menterjemahkan dari nomor IP Address ke mana host pemilik IP Address dalam jaringan.

#Baris untuk menterjemahkan IP Address ke FQDN

#reverse Zone

zone “68.45.128.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “/var/named/db.128.45.68″;

allow-update { none; };

};

Lalu untuk mendapatkan key adalah dengan cara mengetikkan

# rndc-confgen

Maka akan muncul seperti tulisan dibawah ini

# Start of rndc.conf

key “rndc-key” {

algorithm hmac-md5;

secret “CrNUrLFcedX/AIQSAF6oEw==”;

};

options {

default-key “rndc-key”;

default-server 127.0.0.1;

default-port 953;

};

# End of rndc.conf

# Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed:

# key “rndc-key” {

# algorithm hmac-md5;

# secret “CrNUrLFcedX/AIQSAF6oEw==”;

# };

#

# controls {

# inet 127.0.0.1 port 953

# allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };

# };

# End of named.conf

Salah satu bagian keluaran tadi , ambillah bagian setelah tulisan Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed , dengan menghapus tanda pagar lalu paste-kan ke named.conf bagian paling bawah. Contoh seperti dibawah ini

options {

directory “/var/named”;

/*

* If there is a firewall between you and nameservers you want

* to talk to, you might need to uncomment the query-source

* directive below. Previous versions of BIND always asked

* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged

* port by default.

*/

// query-source address * port 53;

};

//

// a caching only nameserver config

//

zone “.” IN {

type hint;

file “/var/named/named.root”;

};

zone “localhost” IN {

type master;

file “/var/named/localhost.zone”;

allow-update { none; };

};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “/var/named/named.local”;

allow-update { none; };

};

zone “gslack.net” IN {

type master;

file “/var/named/db.gslack”;

allow-update { none; } ;

};

zone “68.45.128.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “/var/named/db.128.45.68″;

allow-update { none; };

};

key “rndc-key” {

algorithm hmac-md5;

secret “CrNUrLFcedX/AIQSAF6oEw==”;

};

controls {

inet 127.0.0.1 port 953

allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };

};

Kemudian pada bagian atas copylah dan pastekan pada rndc.conf :

key “rndc-key” {

algorithm hmac-md5;

secret “CrNUrLFcedX/AIQSAF6oEw==”;

};

options {

default-key “rndc-key”;

default-server 127.0.0.1;

default-port 953;

Kemudian pada bagian key “rndc-key” copylah dan pastekan ke /etc/rndc.key:

key “rndc-key” {

algorithm hmac-md5;

secret “CrNUrLFcedX/AIQSAF6oEw==”;

};

Semua kode harus sama pada named.conf, rndc.conf dan rndc.key

Setting file zone

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi Primary Name Server untuk Domain gslack.net pada host ns1.gslack.net dengan IP Address 128.45.68.1. Berdasarkan pada file /etc/named.conf kita akan membuat file sebagaimana yang didefinisikan pada file /etc/named.conf kita akan membuat file sebagaimana yang didefinisikan pada file /etc/named.conf file tersebut bernama “db.gslack” dan reversenya “db.128.45.68”.

root@gslack:/var/named/caching-example#ls

named.ca named.root localhost.zone named.local

file dalam direktory caching-example saya keluarkan dan saya masukkan kedalam direktory named ini hanya soal selera, dimana saya tidak ingin membuka direktory terlalu banyak maka saya pindahkan file yang ada dalam direktory tersebut dan melakukan rename untuk localhost.zone dengan db.gslack dan named.local dengan db.128.45.68. Caranya seperti ini :

root@gslack:/var/named# mv /var/named/caching-example/* /var/named/

root@gslack:/var/named#ls

caching-example named.ca named.root

localhost.zone named.local

root@gslack:/var/named#cp localhost.zone db.gslack

root@gslack:/var/named#cp named.local db.128.45.68

root@gslack:/var/named#ls

caching-example db.gslack named.ca named.root db.128.45.68 localhost.zone named.local

edit zona file db.gslack.net

Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikan name server untuk domain gslack.net pada host gslack.net pada IP Address 128.45.68.1 sebagai berikut

root@gslack:/var/named#nano db.gslack

$TTL 86400

@ IN SOA ns1.gslack.net root.gslack.net. (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS ns1.gslack.net.

gslack.net. IN A 128.45.68.1

www.gslack.net. IN A 128.45.68.1

penjelasan

1.TTL (Time To Live) yang mendefinisikan waktu lamanya data berada dalam database.

2.SOA (Start of Authority) mendefinisikan hostname yang merupakan awal dari suatu zone.

3.42;serial: merupakan nomor serial dari zone file yang akan bertambah jika ada perubahan data.

4.3H;refresh: merupakan selang waktu yang diperlukan secondary name server untuk memeriksa perubahan pada Primary Name Server.

5.15M;retry: merupakan selang waktu secondary name server untuk mengulang pengecekan pada primary name server.

6.IN NS ns1.gslacknet: mendefinisikan bahwan hostname ns1.gslack.net yang memegang tanggung jawab terhadap domain gslack.net.

7.IN A 128.45.68.1 mendefinisikan bahwa hostname ns1.gslack.net mempunyai IP Address 128.45.68.1.

8.www IN A 128.45.68.1 mendefinisikan bahwa hostname ns1.gslack.net mempunyai nama www.gslack.net.

root@gslack:/var/named#nano db.128.45.68

$TTL 86400

@ IN SOA ns1.gslack.net. root.gslack.net. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS ns1.gslack.net.

1 IN PTR gslack.net.

Penjelasan:

1.Penjelasan yang lain sama dengan penjelasan pada bagian gslack.net

2.IN PTR gslack.net mendefinisikan bahwa hostname gslack.net mempunyai IP Address 128.45.68.1

pada file rndc.key kita copy dan rubah namanya menjadi rndc.conf dan edit file rndc.conf seperti berikut :

root@gslack:/etc#cp rndc.key rndc.conf

root@gslack:/etc# nano rndc.conf

tambahkan perintah berikut pada baris berikutnya

options {

default-key “rndc-key”;

default-server 127.0.0.1;

default-port 953;

};

selanjutnya adalah menjalankan dan test domain

root@gslack:~# chmod +x /etc/rc.d/rc.bind (enter)

untuk mengaktifkan service bind

root@gslack:~# /etc/rc.d/rc.bind start (enter)

untuk menjalankan bind

root@gslack:~# /etc/rc.d/rc.bind restart (enter)

untuk merestart bind

root@gslack:~# /etc/rc.d/rc.bind stop (enter)

untuk menonaktifkan bind

Setelah perintah service bind dijalankan jangan lupa untuk melakukan pengecekan terhadap konfigurasi DNS yang kita bangun dengan perintah nslookup [DNS_server]. Jika terjadi pesan kesalahan seperti ini.

root@gslack:~#nslookup gslack.net

Server: 128.45.68.1

Address: 128.45.68.1#53

** server can’t find gslack.net: gslack.net

berarti pada bagian /etc/resolf.conf kita belum di masukkan alamat dari nameserver kita, untuk mengatasinya maka edit file /etc/resolve.conf.

root@gslack:~#nano /etc/resolve.conf

nameserver 128.45.68.1

Maksud dari perintah di atas adalah memasukkan IP komputer kita menjadi nama server, karena DNS yang kita gunakan menggunakan IP 128.45.68.1. kemudian ulangi perintah nslookupnya. Jika senuanya lancar hasilnya akan begini :

root@gslack:~# nslookup gslack.net

Server: 128.45.68.1

Address: 128.45.68.1#53

Name: gslack.net

Address: 128.45.68.1

kemudian jika kita melakukan nslookup dengan menggunakan IP addressnya hasilnya akan seperti ini

root@gslack:~# nslookup 128.45.68.1

Server: 128.45.68.1

Address: 128.45.68.1#53

1.68.45.128.in-addr.arpa name = gslack.net.

Dan pada saat dilakukan nmap pun berjalan

root@gslack:~# nmap 128.45.68.1

Starting Nmap 5.00 ( http://nmap.org ) at 2009-08-24 11:06 WIT

Interesting ports on gslack.net (128.45.68.1):

Not shown: 996 closed ports

PORT STATE SERVICE

22/tcp open ssh

37/tcp open time

53/tcp open domain

113/tcp open auth

Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.35 seconds

root@gslack:~# dig gslack.net

; <<>> DiG 9.4.3-P2 <<>> gslack.net

;; global options: printcmd

;; Got answer:

;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1711

;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:

;gslack.net. IN A

;; ANSWER SECTION:

gslack.net. 86400 IN A 128.45.68.1

;; AUTHORITY SECTION:

gslack.net. 86400 IN NS ns1.gslack.net.

;; Query time: 0 msec

;; SERVER: 128.45.68.1#53(128.45.68.1)

;; WHEN: Mon Aug 24 11:08:03 2009

;; MSG SIZE rcvd: 62

kemudian coba dengan melakukan ping baik menggunakan IP address, hostnamenya dan domainname servernya, seperti ini :

root@gslack:~# ping 128.45.68.1

PING 128.45.68.1 (128.45.68.1) 56(84) bytes of data.

64 bytes from 128.45.68.1: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.031 ms

64 bytes from 128.45.68.1: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.029 ms

64 bytes from 128.45.68.1: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.034 ms

64 bytes from 128.45.68.1: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.033 ms

64 bytes from 128.45.68.1: icmp_seq=5 ttl=64 time=0.032 ms

root@gslack:~# ping gslack.net

PING gslack.net (128.45.68.1) 56(84) bytes of data.

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.020 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.032 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.037 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.032 ms

root@gslack:~# ping www.gslack.net

PING www.gslack.net (128.45.68.1) 56(84) bytes of data.

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.019 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.028 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.030 ms

64 bytes from gslack.net (128.45.68.1): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms

sehingga pada saat client melakukan ping ke domain name server tidak ada yang gagal baik melakukan ping dengan IP address, ping dengan hostnamenya dan ping menggunakan domain namenya. Sebelumnya pasang dulu IP address di ethernetnya sebelum menjalankan,melakukan test dan mengedit file di atas.

Tuesday, May 18, 2010

Perintah Dasar Linux

Pengertian Jarinan Dasar Linux

Artikel DNS Server

DHCP

Tuesday, May 11, 2010

Asturix Linux

Asturix adalah user-friendly Spanyol distribusi Linux berbasis Ubuntu. Ini tersedia dalam dua edisi: "Desktop" untuk komputer rumah menggunakan desktop KDE dan "Bisnis" untuk penyebaran kantor menggunakan lingkungan GNOME.

CD ISO image | i386 | Asturix Desktop 2.0 x86_64.iso (64 bits)Click here to download
CD ISO image | i386 | Asturix Desktop 2.0 i386.iso (32 bits)Click here to download
CD ISO image | i386 | Asturix Business 2,0 x86_64.iso (64 bits)Click here to download
CD ISO image | i386 | Asturix Business 2,0 i386 (32 bits)Click here to download

AsteriskNOW Linux

AsteriskNOW adalah sebuah alat perangkat lunak, sebuah distribusi Linux khusus yang mencakup Asterisk, yang AsteriskGUI, dan semua perangkat lunak lainnya yang diperlukan untuk sistem Asterisk. sumber utama terbuka di dunia mesin telepon dan toolkit, Asterisk sekarang dapat dengan mudah dikonfigurasi dengan antarmuka grafis. AsteriskNOW mencakup semua komponen yang diperlukan untuk menjalankan Linux, debug dan membangun Asterisk. Sejak versi 1.5, AsteriskNOW didasarkan pada CentOS (versi sebelumnya didasarkan pada Linux rPath).

Click here to mirror download AsteriskNOW Linux



Astaro Linux

Astaro menawarkan solusi software terintegrasi yang memberikan performa yang unggul dalam segala-in-one firewall. Its mengeras sistem operasi, inspeksi stateful packet, penyaringan konten (virus & perlindungan surfing), aplikasi proxy dan VPN berbasis IPsec menyediakan solusi kuat untuk masalah keamanan saat ini. Hal ini dirancang untuk memaksimalkan keamanan jaringan Anda tanpa mengorbankan performa memungkinkan telecommuters, kantor cabang, pelanggan dan pemasok untuk aman berbagi informasi bisnis penting. antarmuka pengguna eksklusif kami, 't memungkinkan kemudahan penggunaan dan pengelolaan semua komponen firewall open source, serta layanan Up2Date melalui Internet. Sangat mudah untuk menginstal dengan semua komponen pada satu CD mencapai pelaksanaan sederhana dan integrasi ke lingkungan jaringan yang ada.

Asp linux

ASPLinux adalah perusahaan distribusi ASPLinux Rusia mengembangkan dan menyediakan berbagai layanan profesional seperti porting aplikasi yang ada ke Linux dari OS lain, pengembangan tertanam GNU / Linux solusi kustom untuk platform perangkat keras seperti perangkat elektronik konsumen, termasuk port GNU / Linux OS itu sendiri jika diperlukan, pengembangan perangkat lunak untuk konsultasi GNU / Linux, dukungan teknis, pelatihan. Pada Maret 2001 ASPLinux dan Black Cat Tim Linux, pengembang yang populer di Rusia dan CIS distrubution Linux, digabung. ASPLinux kantor pusat perusahaan berlokasi di Moskow.

Cd image| i386 | Click here to mirror download



ArtistX Linux

ArtistX adalah DVD bootable Ubuntu berbasis berisi banyak paket perangkat lunak bebas multimedia untuk audio, 2D dan 3D grafis, dan produksi video. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menampilkan berbagai software multimedia yang tersedia di GNU / Linux dan platform untuk memungkinkan individu kreatif untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan bantuan dari perangkat lunak bebas.

Cd image| i386 | Dowload ArtistX Linux.iso(click here to download)


ArcheOS Linux


ArcheOS singkatan Arkeologi Sistem Operasi.
Ini adalah GNU / Linux live DVD distribusi (versi 1.x berdasarkan PCLinuxOS, versi 2.x dan lebih tinggi di Kubuntu), dengan perangkat lunak khusus untuk keperluan arkeologi.



Cd image| i586 | Download Archeos linux.iso(click here to download)

Arch Linux

Arch Linux adalah dikembangkan secara independen, distribusi dan i686-x86_64-dioptimalkan Linux yang ditargetkan pada pengguna Linux yang kompeten. pacman ini menggunakan '', manajer paket rumah-tumbuh, untuk memberikan update terhadap aplikasi perangkat lunak terbaru dengan pelacakan penuh ketergantungan. Operasi pada sistem rilis rolling, Arch dapat diinstal dari CD image atau melalui FTP server. default menginstal menyediakan dasar kuat yang memungkinkan pengguna untuk membuat instalasi kustom. Selain itu, Arch Build System (ABS) menyediakan cara untuk mudah membangun paket baru, memodifikasi konfigurasi paket saham, dan berbagi paket dengan pengguna lain melalui repositori pengguna Linux Arch.

Cd image| i686 | Download Arch linux.iso(click here to download)

Apodio Linux

APODIO adalah hidup instalasi Linux dan DVD dengan koleksi audio dan perangkat lunak open source video, serta utilitas grafis untuk membuat sistem administrasi yang sederhana dan intuitif mungkin. Hal ini didasarkan pada Ubuntu.
Kayanya udah mulai banyak yang berminat untuk menggunakan Linux sebagai Basis Pengolah Audio dan Musik...waduh gue seneng banget deh...ayo dong rame-rame kita mulai membangun studio-studio digital recording yang berbasis Linux, kayaknya ngga akan kalah dengan yang berbasis windows...cuma soal waktu aja dan pengembangannya yang mungkin belum seperti windows.

Cd image| i386 | Download apodio linux.iso(click here to Download)

Alinux(mirip Windows)

aLinux (sebelumnya Peanut Linux) adalah distribusi Linux yang dikembangkan sendiri dengan manajemen paket RPM.

Cd image| i386 | Dowload Alinux.iso(click Here)


Setelah sudah dapar file iso sekarang tinggal cara instalasi
Cukup mudah instalasi Alinux ini seperti halnya linux-linux yang lain :

setelah itu, burn file iso yang anda download, kalo pake Windows anda bisa burn dengan menggunakan program nero, kalo anda menggunakan Linux anda bisa menggunakan k3b ato program2 burner yang lainnya (ada banyak sich :-))

setelah itu, anda restart komputer anda, pastikan anda sudah menyetel bios anda agar boot device priority yang pertama diset dengan cdrom agar cd anda dibaca saat anda merestart komputer.

kemudian, installer akan bekerja, anda akan dibawa ke dalam lingkungan linux, tekan saja enter untuk lanjut (asumsi kita menggunakan parameter default), setelah itu, anda akan dibawa untuk menentukan apakah anda ingin membuat partisi terlebih dahulu atao langsung install, kalo anda ingin membuat partisi terlebih dahulu, pilih pilihan pertama (lupa detail namanya), kemudian anda bisa menggunakan beberapa pilihan program untuk membuat partisi(ada parted, cfdisk), pilih mana yang anda suka, setelah itu simpan, quit. (anda akan dibawa ke konsole, untuk kembali ke layar semula, ketikkan setup ). kalo anda sudah memiliki partisi buat linux, anda bisa langsung memilih pilihan kedua untuk memulai instalasi, langkah pertama, anda akan disuruh untuk memilih root partisi linux anda (masukkan lahrr informasi drive partisi yang akan digunakan untuk root mis. /dev/hda1. tips: untuk meliat semua partisi yang ada, anda bisa menekan enter pada kotak dialog yang muncul :-)), kemudian yang berikutnya, anda akan disuruh untuk mengaktifkan pastisi swap (sistem akan mendeteksi apakah ada atao tidak partisi tersebut, tapi tidak diaktifkan, jadi anda harus memasukkan sendiri nama partisinya mis. /dev/hda2) setelah lanjut lagi, mulai dari sini sistem akan bekerja sendiri, installer akan lanjut sendiri untuk mengcopy file2 yang diperlukan ke dalam sistem :-), setelah selesai, kita tinggal melakukan beberapa setingan lanjut, disini ada beberapa pilihan, mulai dari yang paling sederhana (hny 2 setingan, mouse dan X11), maupun yang advanced (banyak setingan dilakukan sendiri), saran saya pilih yang advanced (karena dikasus yang saya dapat, lilo mesti kita install sendiri, dan pilihannya cuman ada di pilihan setingan yang advanced. setelah anda rasa selesai dan cocok, anda tinggal exit dari installer, kemudian restart sistem anda, selesai dech .....

untuk kali pertama, anda bisa masuk dengan menggunakan user root (password nya dikosongkan aja), ini saya tidak tau kenapa, mungkin karena pada waktu install ada opsi yang terlewati :-), tapi ga jadi masalah kali kok :-), kemudian dari dalam anda bisa create password untuk root anda (ketikkan passwd), untuk membuat user anda bisa menggunakan command adduser . kalo anda tidak langsung masuk ke modus GUI, anda tinggal mengetikkan perintah startx dari konsole (dengan catatan setingan xorg.conf anda uda bener). kalo ada kesalahan anda bisa memperbaiki setingan anda dengan perintah xorgconfig (lakukan dengan menggunakan user root).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More