This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, June 20, 2010

Salix Os

Salix OSSalix 13.1 has been released. Available in both 32-bit and 64-bit architectures, Salix 13.1 is fully backwards compatible with Slackware 13.1. Salix 13.1 is built on top of a Slackware 13.1 base and offers a streamlined Xfce desktop environment with selected applications following the ‘one application per task’ philosophy. Salix 13.1, can be installed using three different installation modes: ‘core’, ‘basic’ and ‘full’. The ‘full’ installation mode installs all software that is included in the ISO images. Mozilla Firefox and Claws-Mail are the applications chosen for your web browsing and email needs, accompanied by the Pidgin instant messaging client, the Transmission torrent client and the wicd wired and wireless network manager. A complete OpenOffice.org suite is provided for all your office work.


Friday, June 11, 2010

Menyelamatkan Sistem Linux yang Rusak


linux1Linux Live CD bisa bermanfaat sebagai kotak perkakas Anda untuk memperbaiki sistem Linux. Salah satu yang cukup populer adalah System Rescue CD. Berbagai utility-nya sulit Anda lewatkan sebagai dewa penolong saat masalah PC menerpa.

Pada praktik kali ini, kita akan mencoba membenahi sistem Linux yang mengalami berbagai masalah. Sebagai sistem penolong (rescue), digunakan distribusi Linux Live CD System Rescue CD (www.sysresccd.org). Versi yang digunakan dalam artikel ini adalah 1.3.4. Sebagai target sistem, digunakan instalasi sistem Linux CentOS 5.3, suatu sistem Linux gratis berbasis Red Hat Enterprise Linux 5.3. Semua praktik disimulasikan dalam virtual machine Qemu-KVM.

Kerusakan master boot record atau tabel partisi

Hard disk terdiri atas MBR (Master Boot Record), tabel partisi lalu diikuti oleh partisi-partisi sejumlah yang dibuat oleh user. Kerusakan pada MBR dan/atau tabel partisi bisa menyebabkan sistem operasi tidak bisa di-boot atau satu atau lebih partisi terlihat seperti hilang. Hal ini hanya “kelihatannya” karena sebenarnya par tisi dan data di dalamnya masih ada. Penyebab kerusakan MBR bisa bermacam-macam. Misalnya, saat Anda meng- install Windows setelah Anda meng-ins­tall Linux, sehingga sistem Windows saja yang bisa di-boot. Contoh lainnya bisa juga saat Anda melakukan suatu kecerobohan saat menjalankan perintah:

# dd if=/dev/zero of=/dev/sda bs=1 count=512

Perintah di atas akan melakukan penulisan angka 0 (nol) sebanyak 512 byte mulai dari sektor pertama hard disk kita. Ini adalah lokasi tempat MBR dan tabel partisi diletakkan. Secara visual, pesan kesalahan yang mungkin muncul di layar monitor akibat permasalahan semacam ini adalah sebagai berikut.

FATAL: No bootable device

Untuk mengatasi masalah tersebut, masukkan CD System Rescue ke drive CD/DVD. Tekan [Enter] saat muncul layar pembuka agar System Rescue bisa memulai proses booting seperti layaknya sistem Linux pada umumnya. Begitu tampil prompt, bersiaplah memulai proses pe­nyelamatan. Pertama, kita jalankan program Testdisk untuk mengembalikan tabel partisi. Ketik pada prompt: (catatan: prompt pada System Rescue CD menggunakan tanda “%”)

root@sysresccd /root % testdisk

Akan nampak tiga pilihan, yaitu Crea te, Append, dan No Log. Opsi Create dipilih untuk menciptakan file log baru. File ini sebenarnya berisi catatan prosedur-prosedur yang dilaksanakan selama proses recovery partisi.
Pada layar berikutnya akan ditanyakan nama device hard disk yang akan dianalisis. Dalam hal ini, penulis memilih /dev/sda karena targetnya adalah hard disk primary master. Apabila Anda memiliki lebih dari satu hard disk, pastikan terlebih dahulu nama hard disk yang dipilih benar yang ingin di-recover. Hal ini bisa dicek sebelumnya di shell misalnya dengan pe rintah:

Pages: 1 2 3 4

Instalasi debian

1. Nyalakan komputer dan masukkan CD installer sistem operasi Linux Debian.
2. Ubah first boot device pada BIOS menjadi CD-ROM.
3. Tekan enter untuk masuk ke boot Debian.

4. Lalu pilih bahasa yang akan digunakan, kita pilih yang Indonesia, lalu enter.

5. Selanjutnya muncul pilih layout keyboard, kita pilih yang Inggris Amerika, lalu enter.

6. Setelah itu tunggu proses deteksi hardware untuk penggerak CD-ROM.

7. Selanjutnya muncul deteksi hardware jaringan, kita pilih yang tanpa kartu Ethernet, lalu enter.

8. Setelah itu akan muncul mengkonfigurasi jaringan, lalu pilih teruskan,kemudian pilih untuk melanjutkan proses instalasi.

9. Setelah itu isi nama host untuk sistem ini, contohnya latief, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

10. Setelah itu tunggu proses untuk memulai program pemartisi harddisk.

11. Selanjutnya muncul partisi harddisk, kita pilih terpadu gunakan seluruh harddisk, lalu enter.

12. Selanjutnya muncul pilih harddisk yang akan dipartisi, lalu enter.

13. Muncul pola partisi, pilih yang pertama, lalu enter.

14. Setelah itu muncul panduan tentang proses partisi pilih yang kedua, lalu enter untuk melanjutkan.

15. Selanjutnya tuliskan perubahan yang terjadi pada harddisk, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

16. Setelah itu muncul mengkonfigurasi zona waktu, pilih zona waktu yang sesuai dengan zona waktu anda, lalu enter untuk melanjutkan.

17. Selanjutnya membuat password untuk root, kita tulis sesuai yang kita inginkan, lalu pilih teruskan, lalu tekan enter untuk melanjutkan.

18. Selanjutnya tulis ulang kembali password yang barusan anda buat untuk mengkonfirmasi kebenaran password tersebut, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

19. Setelah itu tulis nama lengkap dari pengguna, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

20. Selanjutnya tulis nama untuk akun anda, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

21. Setelah itu masukan password untuk pengguna baru, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

22. Lalu masukan kembali password untuk mengkonfrmasi kebenaran password, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

23. Setelah itu tunggu proses memasang sistem dasar.

24. Setelah itu muncul jendela gunakan suatu jaringan cermin, kita pilih tidak, lalu enter untuk melanjutkan.

25. Setelah itu muncul jendela seperti gambar di bawah ini, kita pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

26. Setelah itu tunggu proses memilih dan memasang perangkat lunak.

27. Setelah itu muncul survey penggunaan paket debian, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

28. Selanjutnya memilih perangkat lunak yang akan diinstall (sudah tertera), kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

29. Selanjutnya memilih resolusi gambar (sudah tertera), kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

30. Selanjutnya tunggu proses memasang boot loader GRUB.

31. Selanjutnya memasang boot loader GRUB, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

32. Setelah itu instalasi selesai, kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

33. Setelah proses instalasi selesai, nanti akan muncul tampilan nama pengguna, lalu kita masukan nama pengguna seperti yang kita buat pada saat proses instalasi (latief), lalu enter untuk melanjutkan.

34. Selanjutnya kita akan diminta untuk memasukan password, kita masukan password sesuai yang kita buat pada saat proses instalasi, lalu enter untuk melanjutkan.

35. Setelah proses instalasi yang begitu lama akhirnya instalasi Debian selesai juga dan Debian siap digunakan oleh anda.

Selamat mencoba!

10 Kesalahan yang sering dibuat oleh pemula Linux


LinuxPengguna desktop baru di Linux sering kali membuat banyak kesalahan dan ini mungkin terjadi pada kita semua yang baru pindah ke Linux. Tidak mudah memang jika harus pindah dari satu sistem operasi yang begitu lama kita gunakan, seperti Windows, ke sistem operasi Linux yang jelas-jelas sangat berbeda.

Dibawah ini ada 12 kesalahan umum yang sering dibuat oleh para pemula Linux (newbie) ketika mereka menggunakan Linux. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan yang umum tersebut, diharapkan nantinya dapat sedikit mengurangi rasa 'frustasi' menggunakan Linux.

1. Beranggapan sedang menggunakan Windows

Rata-rata dari kita tahu Windows sejak pertama kali kita mengenal komputer sehingga tidaklah aneh jika begitu kita berpindah ke Linux, kita selalu membandingkan segala hal yang ada di Windows harus sama dengan yang ada di Linux. Padahal antara Windows dan Linux adalah dua sistem operasi yang berbeda sehingga cara kerjanya pun tidak akan persis sama.

2. Mencoba untuk menjalankan file exe

File-file exe tidak akan bisa dijalankan di Linux kecuali kita sudah menginstal program WINE. Hal ini kerap membuat kecewa para pengguna baru karena mereka tidak bisa menggunakan atau menginstal aplikasi Windows di Linux. Kembali kepada poin nomer satu bahwa Linux adalah sebuah sistem operasi yang cara kerjanya berbeda dengan Windows.

3. Memilih distibusi (distro) Linux yang salah

Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh pengguna baru adalah memilih distro Linux yang salah. Bayangkan seorang pengguna baru yang memilih Gentoo atau Slackware atau Fedora, meskipun ketiga distro Linux tersebut adalah distro yang cukup bagus tapi untuk para pengguna baru kemungkinan dapat membuat mereka tidak betah menggunakannya. Gunakan distro Linux yang dibuat khusus untuk pengguna baru.

4. Tidak dapat menemukan software

Para pengguna baru banyak yang bermigrasi dari Windows, dan mereka mengira untuk mendapatkan software baru sama seperti di Windows. Di Linux agak berbeda, para pengguna baru perlu mengenal tool manajemen paket dari distro Linux yang mereka gunakan, seperti Synaptic, Packagekit dan Ubuntu Software Center. Dengan tool itulah nantinya kita dapat menemukan serta menginstal berbagai macam software.

5. Mengirim dokumen OpenOffice ke pengguna Microsoft Office dalam format default

Yang ini banyak terjadi karena para pengguna baru di Linux berpikir dokumen yang mereka buat serta simpan secara default menggunakan OpenOffice dapat secara otomatis dibuka oleh pengguna Microsoft Office. Jika ada kasus seperti itu maka jangan simpan secara default, tapi gunakan Save As (Simpan sebagai) dan pilih format dokumen untuk Microsoft Office (.doc atau .xls).

6. Menghindari command line

Jangan malu dan malas untuk belajar command line di Linux, karena setelah kita tahu 'keajaiban' command line nantinya kita akan semakin betah menggunakan Linux. Disinilah yang banyak terjadi, para pengguna baru malu dan malas untuk menggunakan command line dan lebih memilih perintah berbasis grafis.

7. Terlalu cepat menyerah

Banyak dari kita mungkin pernah mengalami hal ini. Menganggap Linux sulit untuk dipelajari dan digunakan sehingga hanya dalam waktu beberapa jam menggunakannya saja langsung berpikir untuk menyerah dan kembali menggunakan Windows. Bisa karena biasa, itulah sebuah kalimat bijak yang mengajak kita untuk membiasakan sesuatu hal agar bisa.

8. Mengira hirarki direktori Windows persis sama dengan di Linux

Tidak ada C:\ di Linux atau juga karakter "\" atau penggunaan spasi untuk nama file. Yang perlu diingat adalah di Linux semuanya dimulai dari / dan direktori pengguna yang paling penting adalah direktori home mereka (aka ~/ aka /home/USERNAME/).

9. Menunda update

Kesalahan yang ini tidak hanya dilakukan oleh pengguna baru saja, tapi pengguna lama dan sekelas admin pun banyak yang menunda update. Padahal dengan rutin mengupdate sistem Linux kita akan memastikan sistem lebih aman.

10. Login ke sistem sebagai root

Jangan login ke sistem sebagai root, namun login sebagai user biasa dan gunakan account root hanya bila benar-benar dibutuhkan saja.

Mengubah Hak Akses (CHMOD) di LINUX

Tidak sedikit pengguna Linux yang mengalami kebingungan karena tidak dapat mengoperasikan suatu program atau mengakses sebuah file atau direktori dikarenakan oleh hak akses yang ada pada setiap file dan direktori yang ada pada Linux.
Linux mengenal hak akses yang mengatur setiap user sehingga tiap user hanya dapat mengakses file-file atau direktori tertentu saja, hal ini digunakan untuk kepentingan keamanan sistem.
Dua perintah (program) dalam Linux yang digunakan untuk mengatur hak akses tersebut adalah chmod dan chown. Program chmod digunakan untuk mengubah hak akses suatu file, sedangkan chown digunakan untuk mengganti pemilik file tersebut.
Hak Akses dalam Linux
Sebelum melangkah lebih jauh mengenai penggunaan perintah diatas, sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai hak akses di dalam Linux.
Setiap file dan direktori yang ada dalam sistem linux memiliki tiga buah hak akses, satu untuk user itu sendiri, kemudian untuk user dalam grup yang sama dengan pemilik file dan yang terakhir untuk user lainnya.

Anda dapat melihat hak akses sebuah file dengan menggunakan perintah ls l, perhatikan contoh dibawah ini:
-rw-rw-r– 1 postgres postgres 41527 Jul 12 2001 summary.pdf
drwxrwxr-x 2 postgres postgres 4096 Sep 20 2002 Suse
-rw-r–r– 1 root root 4935 Aug 23 2001 T123456.log
-rw-r–r– 1 postgres postgres 13335 Apr 10 17:04 tchart2.java

Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori sedangkan jika kosong berarti file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk user tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk grup nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain.

Masing-masing arti karakter tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Karakter Arti Nilai
r (read) Hak akses untuk membaca 4
w (write) Hak akses untuk menulis 2
x (exec) Hak akses untuk menjalankan 1

Dengan mengkombinasikan nilai pada masing-masing hak akses tersebut, akan didapatkan hak akses masing-masing, perhatikan tabel berikut:
Hak Akses Nilai Arti
— 0 Tidak memiliki hak akses (tidak dapat di akses)
r– 4 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rw- 6 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rwx 7 Dapat dibaca, ditulis dan dieksekusi (dijalankan)
r-x 5 Dapat dibaca dan dijalankan, tetapi tidak dapat diedit
–x 1 Hanya dapat dijalankan

Berikut contoh penerapannya:
Hak Akses Nilai Arti
-rw——- 600 Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis, sedangkan orang lain tidak memiliki hak akses apapun. Set dengan hak akses ini supaya file anda tidak dapat dibaca orang lain, biasanya digunakan untuk file-file dokumen
-rw-r–r– 644 Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis sedangkan orang lain hanya dapat membaca saja. Gunakan hak akses ini jika anda ingin orang lain dapat membaca file anda
-rw-rw-rw- 666 Dengan hak akses ini, orang lain juga akan dapat membaca dan merubah file anda
-rwx—— 700 Pemilik dapat membaca, menulis dan menjalankan file ini, hak akses ini yang biasanya digunakan untuk menjalankan program
-rwxr-xr-x 755 Pemilik memiliki hak akses baca, tulis dan menjalankan file ini, sedangkan orang lain hanya dapat membaca dan menjalankan file tersebut
drwx—— 700 Hanya pemilik yang dapat mengakses, membaca dan menulis pada direktori tersebut. Setiap direktori harus memiliki hak akses x untuk dapat diakses
drwxr-xr-x 755 Isi direktori ini hanya dapat dirubah oleh pemilik, tetapi orang lain dapat membaca isi direktori tersebut
Menggunakan Perintah chmod
Untuk menggunakan chmod, perintahnya adalah:

# chmod hakakses namafile

misalnya:

# chmod 644 coba.txt

perintah tersebut akan mengubah hak akses file coba.txt menjadi seperti berikut:

-rw-r–r– 1 postgres postgres 41527 Jul 12 2001 coba.txt

Untuk mengganti hak akses sebuah direktori beserta dengan isinya, gunakan parameter R, dengan parameter tersebut, chmod akan dijalankan secara rekursif, misalnya seluruh file yang ada pada direktori /home/user/public_html akan dirubah hak aksesnya menjadi 755, maka perintahnya adalah sebagai berikut:

# chmod R 755 /home/user/public_html

Menggunakan Perintah chown
Perintah chown digunakan untuk mengganti pemilik sebuah file, perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintahnya adalah sebagai berikut:

# chown namauser.namagrup namafile

misalnya:

# chown user.user coba.txt

perintah chown juga dapat digunakan dengan menggunakan parameter R, contohnya adalah sebagai berikut:
# chown R apache.apache /var/www/html

Perintah chattr
Seringkali secara tidak sengaja kita menghapus atau mengedit sebuah file penting, di dalam Linux tidak ada fasilitas undelete, jadi file yang telah terhapus tidak dapat dikembalikan lagi.

Perintah (program) chattr digunakan untuk melindungi sebuah file sehingga tidak akan dapat dihapus ataupun dirubah dengan perintah apapun. Perintah chattr memberikan atribut i pada file yang dilindungi, perintahnya:

# chattr +i namafile

misal:

# chattr +i penting.txt

setelah perintah tersebut dijalankan, gunakan perintah ls l untuk melihat hasilnya:

jika suatu ketika file ini akan diedit atau dihapus, terlebih dahulu atribut diatas harus dilepas, untuk melepasnya gunakan perintah berikut:

# chattr i namafile

Slackware 13.1 rilis

Yes, it’s that time again! After many months of development and careful testing, we are proud to announce the release of Slackware version 13.1. Slackware 13.1 brings many updates and enhancements, among which you’ll find two of the most advanced desktop environments available today: Xfce 4.6.1, a fast and lightweight but visually appealing and easy to use desktop environment, and KDE 4.4.3, a recent stable release of the new 4.4.x series of the award-winning KDE desktop environment. We continue to make use of HAL and udev, which allow the system administrator to grant use of various hardware devices according to users’ group membership.

Anda bisa membaca pengumuman rilis dan catatan rilis untuk deskripsi detail mengenai rilis ini.

Unduh (torrents):

Cermin lokal :

ftp.kavalinux.com

kambing.ui.ac.id

Berbagi File Menggunakan Samba

Apa itu Wine?
Wine adalah sebuah program yang menawarkan sebuah lapisan kompatibilitas yang memungkinkan user Linux untuk menjalankan beberapa aplikasi Windows asli dalam Linux. Wine tidak ideal. Idealnya, Anda harus menemukan aplikasi asli Linux. Anda dapat menggunakan paket perangkat lunak Ubuntu manajer untuk mencari dengan mudah aplikasi natif Linux, atau Anda dapat menjelajahi OSalt atau Linux App Finder untuk mencari alternatif untuk program Windows tertentu.

Tidak semua aplikasi Windows berjalan di Wine. Dan beberapa yang memang membutuhkan konfigurasi tambahan agar dapat bekerja. Anda mungkin ingin berkonsultasi Wine HQ app database untuk melihat apakah aplikasi Windows Anda berpikir untuk menginstal melalui Wine akan bekerja dengan baik dengan Wine atau tidak. Platinum-rated aplikasi akan bekerja dengan tanpa tambahan konfigurasi. Contoh pada halaman ini adalah aplikasi platinum-rated.

Instalasi Wine
Instalasi Wine adalah sama untuk sebagian besar perangkat lunak. Screenshot ini memberi Anda gambaran dasar dari langkah-langkahnya. Jika Anda tidak terbiasa dengan cara manajemen paket perangkat lunak bekerja di Ubuntu, Anda dapat menemukan rincian lebih lanjut tentang hal itu di sini.

Menggunakan Wine



Klik kanan setup.exe untuk program Windows yang ingin anda instal. Dalam kasus ini, aku pergi ke Sumatra PDF website dan men-download installer file yang bernama SumatraPDF-0.9.3-install.exe dan diklik kanan itu.

Dalam menu konteks yang muncul, pilih Open with "Wine Windows Program Loader"


Klik next-next-next yang biasa Anda lakukan dengan program Windows installer.


Untuk menjalankan program Windows yang diinstal, pergi ke Aplikasi> Wine> Programs dan kemudian menemukan item menu untuk program Windows yang baru saja Anda install.


Program siap diluncurkan dan siap untuk digunakan!

Harap dicatat
Saya sengaja menggunakan Sumatra PDF sebagai contoh, karena platinum-rated aplikasi Windows, dan ini hanya sebuah orientasi ke dasar-dasar cara menggunakan Wine. Jika anda berencana untuk menginstal sebuah program Windows yang gold-rated, silver-rated, atau bronze-rated, bersiaplah untuk melakukan beberapa konfigurasi tambahan, dan mencoba mencari tutorial Wine khusus untuk aplikasi tersebut. Atau, lebih baik lagi, mencari alternatif Linux asli ketimbang menggunakan program Windows.


Install Linux Menggunakan Flashdisk

Pada tutorial kali ini saya ingin menjelaskan tutorial tentang cara install Linux menggunakan flashdisk. Cara ini diklaim lebih mudah dan cepat dibanding jika kita menginstall Linux menggunakan media CD ataupun DVD. Hampir semua jenis distro Linux juga mendukung instalasi menggunakan flashdisk.




Sebelum itu Anda memerlukan sebuah flashdisk berukuran minimal 1GB. Anda juga memerlukan aplikasi UNetbootin untuk mengekstrak file iso Linux ke dalam flashdisk.
Selain itu, PC atau Laptop Anda harus mendukung boot dari flashdisk.

Untuk mendownload UNetbootin Anda bisa klik di sini. UNetbootin tersedia untuk Windows dan Linux.


Bermacam-macam distro Linux bisa Anda download file iso-nya di sini.

Setelah semuanya dipersiapkan, Anda bisa mulai install Linux menggunakan Flashdisk.

Buka aplikasi UNetbootin yang telah Anda download.

Pilih diskimage.

Kemudian cari file iso Linux yang telah Anda download sebelumnya.


Pada kolom Type pilih USB Drive, pada kolom Drive pilih drive letter flashdisk yang ingin Anda install.


Proses penginstallan akan berlangsung selama kurang lebih 10 menit, tergantung kecepatan transfer flashdisk Anda.


Setelah selesai klik Reboot untuk mulai menginstall Linux.


Saat komputer restart jangan lupa setting BIOS Laptop atau PC Anda agar bisa boot dari flashdisk. Biasanya dengan menekan tombol F1, F2, F12, ESC, atau backspace.

Instalasi Ubuntu dual-boot dengan Windows tanpa mempartisi Harddisk

Banyak pengguna Windows yang tertarik untuk mencoba Ubuntu adalah takut melakukan partisi ulang drive mereka untuk mendirikan dual-boot (dual-boot memungkinkan Anda untuk memilih pada saat boot-up apakah Anda ingin menggunakan satu sistem operasi atau yang lain). Ya, ada pilihan lain, seperti menjalankan live CD atau instalasi Ubuntu sebagai mesin virtual di dalam Windows. Tetapi juga menyenangkan mengetahui masih ada pilihan lain-Wubi adalah sebuah program yang datang pada Ubuntu Desktop CD (atau dikenal sebagai live CD) yang memungkinkan anda untuk menginstal Ubuntu sebagai dual-boot dengan menginstal sebagai file besar dalam Windows dan kemudian memodifikasi Windows boot loader untuk menambahkan sebuah entri untuk Ubuntu.

Yang menyenangkan tentang pendekatan ini dari sudut pandang pengguna Windows adalah bahwa tidak ada risiko tidak sengaja menghapus seluruh isi harddisk, Anda tidak perlu tahu apa-apa tentang partisi, dan Anda dapat dengan mudah menghapus Ubuntu dari dual-boot jika tidak suka dengan Ubuntu.

Menginstall Wubi

Dalam sesi Windows normal Anda (pastikan Anda memiliki hak administratif pengguna pertama), masukkan CD Desktop Ubuntu.


Dialog ini harus dalam bentuk pop up secara otomatis. Jika tidak, Anda mungkin dapat menemukan file autorun pada CD melalui Windows Explorer.

Pilih Install inside Windows.


Jawab pertanyaan dan klik Install.


Tunggu sampai semua proses selesai. Ini bisa berlangsung agak lama (15-30 menit).


Ketika dual-boot sudah diatur, Windows akan secara otomatis mengeluarkan CD Ubuntu, dan Anda akan diminta untuk reboot.

Ketika Anda reboot, Anda akan melihat menu boot ini:
"Please select the operating system to start:

Microsoft Windows XP Professional
Ubuntu

Use the up and down arrow keys to move the highlight to your choice. Press ENTER to choose.

For troubleshooting and advanced startup options for Windows, press F8."



Itu cukup jelas. Saya yakin Windows akan tetap menjadi boot default, jadi jika anda ingin boot ke Ubuntu, Anda harus menekan arah panah bawah dengan cepat.

Pertama kali anda boot ke Ubuntu, Anda mungkin melihat partitioner startup dan kemudian sebuah progress bar untuk Ubuntu menginstal sendiri. Ini akan berlangsung agak lama (mungkin lagi 10 menit), tetapi akan tidak melibatkan interaksi pengguna. Setelah proses ini selesai, komputer akan secara otomatis reboot.

Mengganti default boot order

Wubi set up dual-boot sehingga pilihan boot default adalah Windows. Jika Anda ingin mengubah default untuk Ubuntu sebagai gantinya, pergi ke Control Panel pada Windows.


Klik Sistem dan pilih Advanced dan kemudian Pengaturan di bawah Startup and Recovery.


Dalam sistem operasi default menu drop-down, pilih Ubuntu. Kemudian klik OK setelah Anda selesai.

Menghapus Wubi


Jika Anda tidak menyukai Ubuntu, Anda dapat menghapus hanya seperti program Windows lainnya dengan pergi ke Add or Remove Programs pada Control Panel dan pilih Change / Remove untuk Ubuntu.

Instalasi Joomla Menggunakan XAMPP di Ubuntu Linux

Pada tutorial kali ini saya ingin menjelaskan tentang cara menginstal Joomla di Ubuntu dengan menggunakan XAMPP. XAMPP merupakan sebuah program web server yang sudah sangat lengkap karena dalam sekali instal kita bisa mendapatkan sebuah Apache Server, MySQL Database, dan tentu saja PHP. Dengan adanya XAMPP kita tidak perlu lagi repot-repot menginstal komponen tersebut satu-persatu. Karena menurut pengalaman teman saya jika ingin menginstal satu-persatu maka akan sangat menyulitkan saat mengkonfigurasi komponen-komponen tersebut. Baiklah, berikut ini akan saya jelaskan tutorialnya secara mendetail :

Langkah 1
Download XAMPP dan Joomla.
Download file yang diperlukan terlebih dahulu yakni XAMPP dan Joomla. Pastikan Anda mendownload versi stabil yang terbaru.


Langkah 2
Menginstal XAMPP.
Setelah selesai mendownload file yang diperlukan, sekarang kita instal XAMPP terlebih dahulu. Pastikan file hasil download tadi satu folder dengan direktori kerja Anda.
  1. Misalkan Anda simpan file tadi di Desktop, maka jalankan perintah berikut di terminal. (login terlebih dahulu sebagai root) :
    # cd Desktop

  2. Ekstrak XAMPP ke direktori /opt :
    # tar xvfz xampp-linux-1.7.2.tar.gz -C /opt

  3. Kemudian jalankan XAMPP dengan perintah berikut :
    # /opt/lampp/lampp start

  4. Test apakah XAMPP sudah dapat bekerja.
  5. Buka browser Mozilla Firefox Anda, dan ketikkan : http://localhost
  6. Untuk menghentikan XAMPP gunakan perintah berikut :
    # /opt/lampp/lampp stop

Langkah 3
Mengesktrak Joomla.
  1. Buat direktori Joomla terlebih dahulu di /opt/lampp/htdocs :
    # mkdir /opt/lampp/htdocs/joomla

  2. Ektrak Joomla ke di rektori /opt/lampp/htdocs/joomla :
    # unzip Joomla_1.5.15-Stable-Full_Package.zip -d /opt/lampp/htdocs/joomla

  3. Untuk mempermudah proses penginstalan Joomla, maka disarankan untuk mengganti setting permission folder /opt/lampp dengan cara memasukkan perintah berikut :
    # chmod -R 775 /opt/lampp

  4. Untuk menghindari pesan kesalahan saat instalasi Joomla, Anda juga harus memodifikasi file 'php.ini' di direktori /opt/lampp/etc.
    # gedit /opt/lampp/etc/php.ini
    Kemudian tekan Ctrl+F dan cari kata 'display_errors = on' ganti dengan 'display_errors = Off'.
    Setelah itu restart XAMPP Anda.

Langkah 4
Menginstal Joomla.
  1. Sekarang saatnya instalasi Joomla di komputer Anda. Buka browser Mozilla Firefox Anda, kemudian ketikkan :
    http://localhost/joomla/

  2. Pilih bahasa kemudian klik Next.

  3. Kemudian Joomla mengecek semua komponen yang dibutuhkan sudah tersedia atau belum (Pre-Installation Check). Lalu klik Next.

  4. Klik Next lagi saat Joomla menampilkan Lisensi di layar.

  5. Pada tahap Database Configuration, masukkan beberapa informasi berikut :
    Database Type: mysql (default)
    Host Name: localhost (default)
    User Name: root (default)
    Password:(dikosongkan saja)
    Database Name: joomla (nama database)


  6. Pada tahap FTP Configuration klik Next saja jika Anda tidak menggunakan FTP Server.

  7. Pada tahap Main Configuration, masukkan beberapa informasi berikut :
    Put your Site Name : 'BolangUNIX' (masukkan nama situs yang diinginkan).
    Enter Your Email : 'afriandi_xxx@yahoo.com' (masukkan alamat email Anda).
    Enter Admin Password : ******* (buat password admin Anda).
    Confirm Admin Password : *******

    Kemudian jangan lupa menginstal Default Sample Data dengan mengklik button 'Install Sample Data'.
    Klik Next.

  8. Di layar diberitahukan bahwa Joomla tidak dapat memodifikasi file 'configuration.php' sehingga kita harus memodifikasinya sendiri.
    Copy semua kode di dalam box, kemudian masukkan perintah berikut di terminal :
    # gedit /opt/lampp/htdocs/joomla/configuration.php
    Lalu paste-kan semua kode tadi di file tersebut, lalu klik Save.
    Kembali ke layar instalasi Joomla, lalu klik Admin.

  9. Di layar diberitahukan lagi bahwa kita harus menghapus folder installation yang terdapat di direktori /opt/lampp/htdocs/joomla, gunakan perintah berikut :
    # rm -rf /opt/lampp/htdocs/joomla/installation/

  10. Kembali ke layar instalasi Joomla, kemudian klik link ‘Click here when the directory has been removed‘. Anda telah berhasil menginstal Joomla.

Langkah 5
Menggunakan Joomla.
Sekarang kita sudah bisa mulai membuat website menggunakan Joomla. Buka Mozilla Firefox Anda lalu ketikkan 'http://localhost/joomla/administrator/'. Kemudian masukkan username dan password Anda, lalu klik login.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More