DHCP (Dynamic Hosts Control Protocol) DHCP,adalah penyambung lidah antara server dengan clientnya, dan mengatur agar setiap client akan meminta alamat IPnya masing2 ke server dengan beberapa aturan seperti ;hanya memperbolehkan client tertentu dengan MAC (Media Access Control) address tertentu yang mendapatkan alamat IP dari server. Pertama kita cek dulu apakah file-file yang dibutuhkan sudah terinstall,dengan menggunakan perintah pkgtool.Jika belum terinstall anda bisa menginstallnya terlebih dahulu dengan mengambil paket data bawaan dari cd slackware.Konfigurasi yang harus kita terletak di “/etc/dhcpd.conf”.Konfigurasi ini dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan yang kita perlukan. root@server# vi /etc/dhcpd.conf option domain-name-servers 192.168.100.254; group { file diatas hanya contoh saja,anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang anda perlukan.Jika sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq (titik dua + w + q) tekan enter.Kemudian kita coba jalankan dhcp servernya dengan mengetikan perintah “/usr/sbin/dhcpd”.Jika tidak ada tampilan error,maka dhcp server kita sudah bisa digunakan.
default-lease-time 21600;
max-lease-time 21600;
ddns-update-style none;
#mengijinkan boot via dhcp
allow booting;
allow bootp;
#pakai internal network (LAN)
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.100.255;
option routers 192.168.100.254;
option domain-name-servers 202.155.0.10;
option netbios-name-servers 192.168.100.254;
#ganti dengan domain dan root-path anda, dimana direktori
#tersebut akan disewakan
option domain-name “ubernet.net.id”;
option root-path “192.168.100.254:/opt/ubernet.net.id/i386″;
option option-128 code 128 = string;
option option-129 code 129 = text;
#opsi ini hanya untuk 10 ip saja (lihat range …)
#ganti dengan kebutuhan anda
shared-network CLIENTS {
subnet 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0 {
range dynamic-bootp 192.168.100.1 192.168.100.253;
use-host-decl-names on;
option log-servers 192.168.100.254;
use-host-decl-names on;
option log-servers 192.168.100.254;
#PC Gua
host server {
hardware ethernet 00:80:AD:7D:3C:C5;
fixed-address 192.168.100.250;
filename “/tftpboot/vmlinuz”;
}
host uber1 {
hardware ethernet 00:02:A5:62:13:B2;
fixed-address 192.168.100.1;
filename “/tftpboot/vmlinuz”;
}
host uber2 {
hardware ethernet 00:E0:00:04:45:05;
fixed-address 192.168.100.2;
filename “/tftpboot/vmlinuz”;
}
host uber3 {
hardware ethernet 00:02:A5:62:EA:A7;
fixed-address 192.168.100.3;
filename “/tftpboot/vmlinuz”;
}
}
}
}



0 comments:
Post a Comment